Proses Timbulnya Reaksi Alergi Dan Berbagai Pemicu Alergi (Alergen)

0
29

Bagi penderita alergi, mereka tidak akan bisa mengkonsumsi makanan secara sembarangan, harus selalu menjaga tubuhnya agar tidak terpapar alrgen seperti udara dingin, hewan peliharaan, debu, kutu kasur atau tungau, jamur dan lain sebagainya. Karena apabila mereka mengalami kontak dengan alergen seperti menelan, menghirup atau menempel pada kulit, maka penderita akan mengalami berbagai reaksi. Contoh reaksinya yang ditimbulkan adalah ruam, hidung berair, gatal, tubuh terasa sangat lelah, sakit perut, sesak napas, mata berair dan juga gatal, bengkak hingga kematian. Untuk reaksi yang berbahaya seperti kematian, tidak bisa bernapas, serta tangan, kaki, bibir terasa kebas maka reaksi itu disebut sebagai reaksi anafilaksis. Apabila gejala seperti ini muncul, harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan secepatnya sehingga tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan jiwa. Berikut akan dijelaskan proses terjadi reaksi apabila terpapar oleh alergen.

1. Ketika terpapar alergen, tubuh akan memproduksi antibodi immunoglobulis E atau IgE agar bisa mengikat alergen.

2. Antibodi IgE akan menempel pada mast cell (salah satu sel dalam darah). Mast cell bisa berada di saluran pernapasan, saluran pencernaan dan tempat-tempat lain di tubuh. Apabila mast cell berada di saluran pernapasan, maka reaksi yang ditimbulkan adalah kesulitan bernapas.

3. IgE akan mengikat alergen dan juga mast cell. Hal ini menyebabkan mast cell melepaskan zat-zat kimia seperti histamin yang akhirnya memicu timbulnya reaksi.

Perlu diketahui bahwa reaksi yang muncul berbeda-beda tergantung dari jenis alergi dan juga tergantung dari masing-masing individu. Walaupun reaksi yang ditimbulkan ringan, tetap saja akan memberikan rasa tidak nyaman. Reaksi tersebut dapat berhenti ketika penderita sudah tidak kontak dengan alergen. Selain itu, apabila anda atau pasangan anda memiliki kondisi ini, maka kemungkinan besar anak anda juga akan memiliki kondisi yang sama. Biasanya anak-anak juga lebih rentan memiliki kondisi ini bila dibandingkan dengan orang dewasa. Karena biasanya kondisi ini muncul ketika masih anak-anak dan dapat hilang sendiri ketika sudah dewasa. Selain itu faktor lingkungan juga berpengaruh. Seperti asap rokok, asap kendaraan, keadaan rumah yang kotor dan lain sebagainya.

Pemicu timbulnya reaksi seperti yang dijelaskan diatas ada banyak, berikut adalah daftar pemicunya.

1) Serbuk sari, debu. Apabila pemicunya adalah serbuk sari dari tanaman dan juga debu, berarti anda harus lebih memperhatikan lingkungan sekitar anda. Dan apabila anda sensitif terhadap kedua jenis pemicu ini, berarti ada memiliki alergi rhinitis. Kondisi ini merupakan sebuah peradangan yang muncul pada saluran pernapasan seperti rongga hidung. Reaksi yang ditimbulkan biasanya berupa mata merah, berair dan gatal, hidung berair, gatal-gatal, bersin dan juga batuk-batuk. Selain debu dan serbuk sari, alergen lainnya juga bisa berupa spora jamur, kulit mati pada bulu hewan peliharaan dan juga asap rokok.

2) Makanan. Ini adalah alergen yang paling sering di jumpai oleh anak-anak maupun orang dewasa. Reaksinya akan muncul tak lama setelah mengkonsumsi makanan tersebut. Makanan sebagai pemicunya biasanya berupa telur, gandum, susu, kedelai, kacang-kacangan, dan juga makanan laut seperti ikan, kerang, udang serta kepiting. Reaksi yang muncul bervariasi, bisa berupa sakit perut, mual, muntah, ruam, diare hingga syok anafilaktik. Untuk anak-anak yang menjadikan telur, susu, gandum dan juga kedelai sebagai pemicunya, 80-90% kondisi tersebut akan hilang ketika sudah dewasa.

Tinggalkan Balasan