Macam Fungsi Gas Dalam Packaging Makanan

0
152
Macam Fungsi Gas Dalam Packaging Makanan
Macam Fungsi Gas Dalam Packaging Makanan

Packaging Makanan atau Kemasan Makanan sangat penting seiring dengan semakin tinggi persaingan di pasar, menuntut setiap produsen untuk dapat menghasilkan produk yang dapat bersaing dipasaran. Produk yang dapat bersaing di pasaran biasanya adalah produk yang memiliki kualitas serta harga yang terjagkau. Namun ternyata hal tersebut tidaklah cukup perlu kreativitas anda sehingga membuat produk tersebut menarik dan awet. Nah salah satu trik yang dapat digunakan untuk memanangi persaingan pasar adalah dengan melakukan  packing yang baik untuk produk yang akan anda jual di pasar.

Tentunya sekarang banyak sekali metode packing yang dapat anda gunakan. Secara konvensional aupun modern sebenarnya hanya berbeda tentang keefektivitasan dalam proses pempanckingan produk itu sendiri. Selain itu anda dapat menggunakan beberapa jenis gas untuk mendukung kualitas dari produk yang akan anda packing. Berikut ringkasan dari berbabagai sumber tentang fungsi gas terhadap produk anda:

  1. Nitrogen (N2)

Senyawa yang memiliki rumus kimia N2 ini dapat dibuat menjadi cair serta memiliki tingkat dingin yang intense. Dimana dapat membantu pembekuan dengan sangat cepat pada makanan, meminimalisasi kerusakan sel dari kristal es dan meningkatkan penampilan, cita rasa dan tekstur. Ketika zat-zat seperti minyak sayur dan anggur disimpan, sifat inert NITROGEN (N2) dapat digunakan untuk melindungi terhadap penurunan kualitas oleh oksidasi dengan mengusir setiap udara yang masuk dalam cairan dan cairan dalam melindungi tangki penyimpanan dengan mengisi ruang uap.

Nitrogen ( N2 )  bercampur dengan Carbon Dioxide ( CO2 ) dan Oxygen ( O2 ) digunakan dalam truk dan transportasi sebagai Modified Atmosphere Packaging (MAP) untuk memperpanjang masa simpan makanan kemasan antara lain dengan mencegah oksidasi, jamur, gangguan serangga dan migrasi kelembaban. Hal ini dikarenakan Jamur dan serangga tidaklah menyukai hawa dingin yang dihasilkan oleh nitrogen cair.

  1. Carbon Dioxide (CO2)

Carbon Dioxide (CO2) cair atau padat digunakan untuk proses pembekuan cepat, pembekuan permukaan, dingin dan pendinginan dalam transportasi makanan, oleh karenanya packaging dan kemasan makanan yang erat sangat penting. Gas Carbon Dioxide (CO2) yang digunakan untuk minuman karbonat ringan, bir dan anggur dan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri.

Selain itu Carbon Dioxide (CO2) juga digunakan sebagai selimut inert, sebagai propelan produk-dispensing dan agenekstraksi. Carbon Dioxide (CO2) juga dapat digunakan untuk menggantikan udara selama pengalengan. Sterilisasi dingin dapat dilakukan dengan campuran Carbon Dioxide (CO2) 90% dan 10% etilen oksida, Carbon Dioxide (CO2) memiliki efek stabilisasi pada etilen oksida dan mengurangi resiko ledakan. Sehingga membuat Carbon Dioxide (CO2) dapat menjadil alternatif yang baik untuk produk yang memiliki potensi terserang serangan bakteri maupun menimbulkan ledakan.

  1. Hidrogen (H2)

Hidrogen (H2) digunakan untuk hydrogenate asam lemak tak jenuh dalam minyak hewan dan nabati, lemak padat untuk memproduksi margarin dan produk makanan lainnya.

Anda dapat memperoleh Gas tersebut dengan membelinya secara online di internet. Namun, jika anda ingin mebelinya dalam jumlah besar tentu akan membutuhkan beberapa izin untuk memperolehnya. Namun sebagai alternatif lain, Anda dapat menggunakan jasa packing oleh suatu lembaga ataupun perusahaan. Informasi dari layanan tersebut dapat anda peroleh dengan mencarinya di internet ataupun mendatangi lembaga terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISPERINDAG) setempat.

Sebagai tambahan pertimbangkan tentang fungsi dan anggaran yang anda miliki sebelum mencoba menggunakan gas. Carilah informasi yang lebih  rinci tentang apa yang akan anda lakukan.

Semoga Bermanfaat artikel soal packaging makanan dan kemasan makanan.

Sumber gambar: asiabaru.com

Tinggalkan Balasan