Berita Internasional Hari Ini Kerja Sama Turki dengan AS

0
82

Matamatapolitik.com menghimpun berita internasional hari ini dari Turki. Presiden Erdogan mengatakan bahwa Turki bisa mulai mencari mitra baru karena hubungan dengan mitra NATO jatuh ke titik terendah baru. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kerja sama Turki dengan Amerika Serikat dalam bahaya, dan Ankara bisa mulai mencari sekutu baru. Hubungan antara Turki dengan AS memang bermasalah beberapa dekade terakhir disebabkan oleh sejumlah masalah. Salah satunya adalah penahanan pendeta AS Andrew Brunson oleh Turki, terkait tuduhan terorisme. Penahanan ini memancing ketegangan dengan AS yang mendorong jatuhnya nilai Lira Turki terhadap Dolar AS.

Berita internasional hari ini menyoroti Lira Turki yang jatuh hingga 16 persen terhadap Dolar pada hari Jumat, dan secara akumulatif mengalami penurunan hingga 40 persen tahun ini. Dalam sebuah tulisan opininya di New York Times pada hari Sabtu lalu, Erdogan memperingatkan Washington untuk tidak memperkeruh hubungan dengan Ankara jika tidak negaranya akan mencari “teman-teman dan sekutu baru”.
“Kecuali AS mulai menghormati kedaulatan Turki dan membuktikan bahwa ia memahami bahaya yang dihadapi bangsa kita, kerja sama kita berada dalam bahaya, ” tulisnya.

Dalam akun Twitternya, Trump mengumumkan pengenaan tarif lebih tinggi pada impor dari Turki. Menetapkan bea 20 persen pada aluminium dan 50 persen pada baja untuk menghukum negara itu. Namun, Presiden Erdogan tidak mengkhawatirkan krisis mata uang dalam pidato pada hari Jumat lalu. Menurutnya, fluktuasi nilai Lira bukanlah hal yang menakutkan. Dia juga mengatakan Turki memiliki alternatif kerja sama dengan negara lain. Misalnya Iran, Rusia, Cina, dan beberapa negara Eropa.

Penangkapan Pendeta Brunson pada Oktober 2016 memperburuk hubungan yang sudah sangat rumit dengan Washington. Informasi yang dirangkum dari sumber matamatapolitik.com menyebutkan bahwa Donald Trump mendesak pemerintahan Erdogan untuk membebaskan Andrew Brunson segera. Namun Erdogan bersikeras bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam proses hukum, karena hal itu melanggar konstitusi dan nilai-nilai demokrasi.

Erdogan mengatakan bahwa pemerintahan barat sedang berusaha mengganggu ekonomi Turki, dan hal ini akan memantik rasa nasionalisme rakyat Turki. Hubungan dengan negara-negara yang terlibat dalam perilaku yang melindungi komplotan kudeta dan tidak mengenal hukum atau keadilan telah mencapai titik nadir. Erdogan memperingatkan rakyatnya akan timbulnya perang ekonomi.