Makam Tuanku Imam Bonjol, Wisata Ziarah Terkenal Minahasa

0
71

Wisata religi di Manado biasanya berpusat pada komunitas Kristiani. Akan tetapi, Makam Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu pengecualian. Lokasinya berada di Desa Lotta, Minahasa, sekitar 9 km dari pusat Kota Manado, sehingga memudahkan cari hotel. Walau merupakan pahlawan Muslim, makam Tuanku Imam Bonjol terbuka untuk siapa saja yang ingin berziarah.

Makam Berbentuk Rumah Adat

Komplek Makam Tuanku Imam Bonjol (sumber : google.com/maps)

Komplek Makam Tuanku Imam Bonjol cukup unik karena bentuk luarnya tidak seperti kuburan. Bangunan luarnya berbentuk rumah adat Minahasa, lengkap dengan rincian dekorasi serta warnanya. Bangunan ini cukup masif, dengan ukuran 15 x 7 m, dan dikelilingi pohon rindang sehingga udaranya terasa sejuk. Pintunya diberi gerbang besi berteralis demi keamanan.

Begitu masuk, Anda akan melihat area makam berlapis keramik putih dengan luas sekitar 75 x 20 m. Makam Tuanku Imam Bonjol berada di tengah-tengah, lengkap dengan pinggiran keramik serta nisan putih berbentuk melengkung. Makam juga dikelilingi rantai untuk membatasi jumlah pengunjung yang boleh mendekat.

Selain makam, ada sebuah lukisan timbul yang menggambarkan perjuangan Tuanku Imam Bonjol dan pengikutnya. Lukisan ini berukuran cukup besar sehingga memenuhi salah satu area dinding.

Sungai dan Tempat Ibadah Tuanku Imam Bonjol

Pengunjung yang berziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol biasanya akan mendengar suara sungai yang sayup-sayup. Bunyi tersebut ternyata adalah suara kucuran air sungai bernama Sungai Malalayang. Anda bisa mengaksesnya lewat tangga yang dibangun di belakang rumah. Susuri tepi sungai hingga Anda menemukan batu besar tempat Tuanku Imam Bonjol pernah salat.

Ingin merasakan salat seperti Tuanku Imam Bonjol? Gunakan musala kecil yang ada di sebelah tempat ibadah beliau. Walau desainnya sederhana, musala kecil tersebut menghadirkan suasana tenang yang reflektif, mungkin karena dekat sungai. Batu besar yang ada di dalam musala tersebut juga konon berhias bekas kening serta telapak tangan Tuanku Imam Bonjol waktu salat.

Makam Tuanku Imam Bonjol mungkin bukan destinasi wisata utama, namun tempat ini telah menarik banyak peziarah, baik dari dalam maupun luar Sulawesi. Makam ini juga telah menarik banyak pejabat dan figur penting untuk berkunjung serta berterima kasih atas perjuangan Tuanku Imam Bonjol.

Tuanku Imam Bonjol dan Sejarah Perjuangan Mendalam

Tuanku Imam Bonjol aslinya berasal dari Sumatera Barat, namun diasingkan oleh Belanda ke Minahasa agar dirinya gagal mengumpulkan pengikut. Setelah meninggal, tidak ada yang bisa mengurus jenazahnya, sehingga para pengawal Imam Bonjol dan anggota keluarga mereka berinisiatif mengurus makam.

Kini, Makam Tuanku Imam Bonjol dikelola oleh putra salah satu pengawalnya. Makamnya pun berisi tulisan nama aslinya, yaitu “Peto Syarif Ibnu Pandita Bayanuddin”. Walau makam ini hampir dipindahkan ke Sumatera Barat, penduduk setempat melarang karena makam tersebut juga adalah pahlawan lokal bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Cara Mengakses Makam Tuanku Imam Bonjol

Makam Tuanku Imam Bonjol (sumber : google.com/maps)

Anda bisa menggunakan mobil sewaan untuk menuju ke Makam Tuanku Imam Bonjol. Jarak antara Manado dan komplek makam adalah sekitar 30 menit berkendara. Untuk solusi penginapan halalnya, Anda bisa mengandalkan Airy sebagai salah satu jaringan hotel terluas di Indonesia, termasuk hotel di Manado.

Airy menyediakan berbagai jenis penginapan dan hotel terbaik dengan harga murah. Angka yang tertera pada aplikasi atau situsnya adalah harga bersih, tanpa biaya tersembunyi maupun pajak. Setiap kamar menawarkan beberapa jenis fasilitas sehingga Anda dan pasangan merasa lebih nyaman, misalnya AC, pancuran air panas, perlengkapan mandi, TV layar datar, serta Wi-Fi. Jadikan Airy sebagai solusi menginap di dekat Makam Tuanku Imam Bonjol.